Balada Sang Merah Putih

Blog ini adalah blog yang dibuat dan dikelola oleh Deasy, Clarissa, Rendy dan Syahrul, Teknik Informatika Universitas Bakrie, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Kewarganegaraan

12:51 PM
November 23rd, 2011
Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di
dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau
tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme
Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
12:50 PM
November 23rd, 2011
Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya
berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati’!

Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945

12:48 PM
November 23rd, 2011
“Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah,
berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah
air yang paling cantik di dunia”.

Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956

12:45 PM
November 23rd, 2011

Nasionalisme, Pada Saat Ada Pertandingan Bola Saja?

Seperti yang banyak diberitakan di TV, acara SEA GAMES 2011 menarik perhatian masyarakat Indonesia dari sabang sampai Merauke dan dari semua kalangan. Ada banyak cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA GAMES. Dari waktu opening SEA GAMES saja, berjuta-juta orang menyatakan kecintaan dan kebanggaannya menjadi warga Negara  Indonesia melalui jaringan-jaringan sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Bahkan tweet “OPENING SEA GAMES 2011” sempat menjadi Trending Topic (TT) Worldwide di Twitter. Keesokan harinya, berita-berita di TV maupun di online media banyak membahas perolehan sementara medali “….Indonesia memimpin dengan perolehan emas sebanyak n, dst.”. Suasana pun semakin memanas terutama dalam cabang olahraga sepak bola yang mendapat focus utama dari SEA GAMES 2011. Pertandingan Indonesia vs Malaysia menyedot perhatian masyarakat. Penonton pada saat pertandingan Indonesia vs Malaysia sangat ramai. Bandingkan saja saat Indonesia vs Singapura, penontonnya tidak sebanyak jika lawannya Malaysia. Acara TV pun berganti dari tayangan sinetron dan infortainment yang seakan tidak pernah habis, menjadi liputan SEA GAMES 2011 dari arena A, perolehan medali emas, kemenangan telak Indonesia dalam cabang olahraga B, atlit yang sujud syukur setelah dinyatakan menang, penonton yang membawa bendera merah putih raksasa untuk memberikan semangat dan lain-lain. Sungguh luar biasa pesta kompetisi olahraga ini.

Lantas apa yang janggal dengan pesta kompetisi olahraga ini? Menurut penulis, sungguh miris melihat semangat nasionalisme warga Negara Indonesia hanya pada saat adanya kompetisi seperti ini. Kemana suara masyarakat Indonesia dan semangat nasionalisme sebelum pesta olahraga SEA GAMES?

Kemenangan Malaysia saat adu tanding babak final sepak bola SEA GAMES 2011, tentu sangat disayangkan. Dari sisi pemain Indonesia, mereka menerima kekalahan dan salut kepada pemain Malaysia. Bagaimana dari segi penonton, umpatan dan ejekan ditujukan langsung kepada pemain Malaysia. Jejaring sosial pun tidak mau kalah menunjukkan ‘taringnya’. Dalam satu forum atau blog, terjadi juga pertandingan adu mulut antara warga Indonesia dan warga Malaysia. Bahkan sebelum pertandingan, pada saat menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, penonton bukannya menghargai tapi tidak mendengarkan dan bahakan menyoraki para pemain Malaysia yang sedang khidmat menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Namun saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, seluruh penonton bernyanyi bersama, berteriak sekencang-kencangnya dengan tangan di dada. Jika anda pernah menonton pertandingan bola secara langsung, momen menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini akan membuat anda merinding melihat bagaimana semangat dan bangganya warga Negara Indonesia untuk menyemangati tim Indonesia.

Ada poin menarik di sini. Ajang kompetisi seperti ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme warga Negara Indonesia namun dapat juga menyebabkan kefanatikan yang berlebihan sehingga menyebabkan penghinaan terhadap Negara lain. Yang menjadi PR kita semua (pemerintah dan warga Negara Indonesia) adala bagaimana menumbuhkan kembali semangat nasionalisme namun tidak sampai menghina Negara lain. Marilah kita mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Dalam event selanjutnya, event apapun itu, saat lagu nasional Negara lain dikumandangkan, berikan penghargaan dengan ikut mendengarkan dan tidak menghina, mengumpat maupun menyoraki. Tunjukkan budaya ketimuran kita yang terkenal dengan keramahan dan kehalusan budi pekerti.

oleh: Clarissa Philana Shopia Azaria 1102001009

12:35 PM
November 23rd, 2011
Gambar diatas adalah gambar lumpur Lapindo di Sidoarjo.Lumpur yang menenggelamkan daerah-daerah di sekitar situ. Kejadian tersebut menjadi tantangan buat pemerintah untuk memberikan perlindungan dan juga menyelesaikan masalah tersebut.Bukan hanya pemerintah tapi semua pihak yang bersangkutan. 
Sumber : http://trialweb.bappenas.go.id/blog/wp-content/uploads/2010/12/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg 


Gambar diatas adalah gambar lumpur Lapindo di Sidoarjo.Lumpur yang menenggelamkan daerah-daerah di sekitar situ. Kejadian tersebut menjadi tantangan buat pemerintah untuk memberikan perlindungan dan juga menyelesaikan masalah tersebut.Bukan hanya pemerintah tapi semua pihak yang bersangkutan. 

Sumber : http://trialweb.bappenas.go.id/blog/wp-content/uploads/2010/12/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg